Rabu, 22 Januari 2014

SEJARAH DAN SISTEM PENDIDIKAN DUNIA

A. PENDIDIKAN DI INGGRIS 1. Sejarah pendidikan negara inggris Selama abad pertengahan sekolah didirikan untuk mengajarkan tata bahasa latin , sedangkan magang adalah cara utama untuk memasukkan pekerjaan praktis. Pada abad ke-19 gereja inggris bertanggung jawab untuk sebagian besar sekolah sampai pembentukan gratis, pendidikan wajib menjelang akhir abad itu. Di inggris Tudor Raja “Edward Vi” direorganisasi sekolah tata bahasa atau dilembagakan yang baru sehingga ada sistem nasional “sekolah tata bahasa bebas” yang dalam teori terbuka untuk semua dan menawarkan biaya kuliah gratis bagi mereka yang tidak mampu membayar biaya. Karena sebagian besar anak-anak miskin tidak menghadiri sekolah tersebut sejak tenaga kerja mereka yang bernilai ekonomis untuk keluarga mereka. Pada 1563, Statuta Artificers dan Apprentices telah disahkan untuk mengatur dan melindungi sistem magang, melarang siapa pun dari praktek perdagangan atau kerajinan tanpa terlebih dahulu menjalani tahun periode 7 sebagai magang untuk menguasai (meskipun dalam praktek putra orang bebas bisa bernegosiasi istilah lebih pendek). Pendidikan dibuat wajib untuk usia 15 di 1947. Pada 1944 UU itu juga merekomendasikan paruh waktu wajib belajar bagi semua orang muda sampai usia 18, tetapi ketentuan ini dijatuhkan agar tidak membebani anggaran belanja perang-pasca (seperti yang terjadi sama dengan uu tahun 1918). Sistem Tripartit menjadi kontroversial di tahun pasca perang. Kritikus mengutuknya sebagai elitis dan pembela menyatakan bahwa sekolah tata bahasa memungkinkan siswa untuk mendapatkan pendidikan yang baik melalui jasa daripada melalui pendapatan keluarga. Di beberapa daerah, terutama yang dari london county council , sekolah yang komprehensif telah diperkenalkan. Mereka tidak memiliki tes masuk dan terbuka untuk semua anak tinggal di daerah tangkapan air sekolah. Tetapi meski seperti itu mayoritas buruh anggota parlemen lebih peduli dengan penerapan undang-undang 1944, walaupun segi teknis sekunder tetap terbelakang. 2. Sistem pendidikan Pendidikan di inggris diawasi oleh departemen pendidikan dan departemen bisnis, inovasi dan keterampilan . Pada tingkat lokal, pemerintah daerah bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan untuk pendidikan umum dan sekolah negeri . Waktu pendidikan adalah wajib untuk semua anak berusia antara 5 dan 16 tahun. Siswa kemudian dapat melanjutkan studi sekunder untuk beberapa tahun selanjutnya.  Pendidikan dasar dan menengah Tahun sekolah dimulai pada 1 september. Pendidikan adalah wajib untuk semua anak-anak dari ulang tahun kelima mereka ke jumat lalu pada bulan juni tahun ajaran di mana mereka berpaling 16. Ini akan dinaikkan pada tahun 2013 untuk tahun di mana mereka berpaling 17 dan pada tahun 2015 ke tahun di mana mereka berpaling 18.  Pendidikan selain dengan sekolah Undang-undang pendidikan mengharuskan orang tua untuk memastikan anak-anak mereka yang dididik baik oleh sekolah atau sebaliknya. Gaya pendidikan sering disebut sebagai pilihan utama pendidikan. pendidikan ini dapat mengambil berbagai bentuk mulai dari homeschooling dimana gaya kurikulum sekolah diikuti di rumah untuk unschooling di mana setiap kemiripan struktur dalam penyediaan pendidikan ditinggalkan. Parents do not need permission to educate their own children. Orang tua tidak perlu izin untuk mendidik anak-anak mereka sendiri. There is no requirement to follow the national curriculum or to give formal lessons. Tidak ada persyaratan untuk mengikuti kurikulum nasional atau memberikan pelajaran formal. Orang tua tidak perlu menjadi guru yang berkualitas, atau mengikuti jam sekolah atau istilah. Orang tua yang memilih untuk mendidik anak-anak mereka selain di sekolah harus membiayai penyediaan pendidikan itu sendiri.  Pendidikan lebih lanjut Siswa baik di sekolah negeri dan sekolah independen mengambil gcse ujian, yang menandai akhir wajib belajar. Atas usia meninggalkan sekolah, sektor independen dan negara sama-sama terstruktur. Pada kelompok usia 16-18, “keenam-bentuk” pendidikan tidak wajib saat ini, walaupun pendidikan wajib sampai usia 18 tahun harus bertahap di bawah undang-undang pendidikan dan keterampilan 2008 . Ini akan berlaku untuk 17-year-olds tahun 2013, dan untuk 18-year-olds pada tahun 2015.  Pendidikan tinggi Mahasiswa biasanya masuk Universitas dari 18 dan seterusnya dan studi untuk Gelar Akademik . Semua pendidikan sarjana di luar pribadi Universitas Buckingham dibiayai sebagian besar negara, dengan kontribusi kecil dari biaya top-up . Negara tidak mengendalikan silabus, tetapi prosedur pengaruh masuk. Tidak seperti kebanyakan derajat, negara masih memiliki kontrol atas pelatihan guru kursus, dan menggunakan Ofsted inspektur untuk mempertahankan standar.  Pendidikan Pascasarjana Siswa yang telah menyelesaikan gelar pertama berhak untuk melakukan pascasarjana gelar, yang meliputi: Gelar master (biasanya diambil dalam satu tahun) Gelar Doktor (biasanya diambil dalam tiga tahun) Pascasarjana pendidikan tidak otomatis dibiayai oleh negara, dan begitu masuk dalam praktek sangat kompetitif.  Pendidikan Dewasa Pendidikan orang dewasa , pendidikan Melanjutkan atau belajar seumur hidup ditawarkan kepada siswa dari segala usia. satu Ini dapat mencakup kualifikasi kejuruan yang disebutkan di atas dan juga: satu atau dua tahun Salah satu program akses untuk memungkinkan akses orang dewasa ke universitas. B. PENDIDIKAN DI JERMAN 1. Sejarah Pendidikan Di Jerman Pada bulan Mei 1945, pemerintah tertinggi negara Jerman berakhir dan menyerahnya Jerman tanpa syarat kepada kekuasaan sekutu. Hanya secara perlahan-lahan hak untuk menentukan hak sendiri kembali diperoleh. Dalam tahun 1949, dua negara rival Jerman muncul yaitu pada pendudukan Soviet lahir Republik Demokrasi Jerman ( The Germany Democratic Repulsic, GDR ), sebuah negara dengan sistem satu partai, dengan ekonomi terpimpin dan pada daerah pendudukan Amerika, Inggris dan Prancis muncul negara Republik Federal Jerman ( Federal Republic of Germany,FRG ). Membangun negara atas pembedaan regional sudah punya sejarah panjang, kedua negara baru ini melangkah dengan sistem yang berbeda. Setelah mengalami masa perkembangan yang lama dan berbeda dalam segmen dan aspek masyarakat, termasuk pendidikan, situasi pada awal 1990-an menunjukan keperluan yang mendesak untuk menyamakan tingkat kehidupan dan kondisi kerja pada kedua negara bagian Jerman. Pada hakikatnya Jerman bukan negara yang kaya dengan sumber alam dan juga bukan negara yang mampu memenuhi kebutuhan produksi pertanian sendiri. Oleh sebab itu jerman banyak tergantung pada barang-barang impor dan pada barang ekspornya. Posisi jerman sebagai negara tangguh mendapat tantangan berat dalam perdagangan internasional yang membawa dampak terhadap pendidikan. Penelitian dan pengembangan serta pabrik-pabrik dalam usahanya meningkatkan nilai tambah produksinya memerlukan orang-orang dengan standar pendidikan tinggi. Disamping itu perbedaan tingkat pengangguran di Jerman harus dilihat dan dinilai setelah reunifikasi kedua Jerman. 2. Sitem Pendidikan Di Jerman a. Pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi Wajib sekolah di Jerman berlaku sembilan tahun atau sepuluh tahun. Dengan normal anak masuk sekolah pada usia enam tahun. Pada akhir abad ke-19 di jerman ada tiga macam sekolah menengah. Antara lain :  Gimnasium (yang paling tua / awal didirikan) didirikan pada tahun 1538. Von Humboldt menetapkan mutu sekolah itu dengan mengadakan ujian negara buat murid-muridnya dan menetapkan syarat ijazah negara buat guru-gurunya.  Realgymnasium yang memusatkan pelajaran pada bahasa latin, ilmu pasti dan ilmu alam. Sebagai pengganti bahasa yunani boleh diajarkan salah satu bahasa eropa modern. Jenis sekolah itu sangat populer di jerman selatan, tidak di Prussia.  Ialahober-Real-Schule yang tidak mengajarkan bahasa kuno sama sekali, tetapi memberikan pelajaran dalam ilmu pasti, ilmu alam dan bahasa Eropa modern. Pada pertengahan abad ke-18 di berlin dibuka sebuah real-schule yang lamanya 6 tahun. b. Pendidikan Pra Sekolah Pendidikan pra sekolah mempunyai sejarah yang panjang di Jerman. Pada abad ke-18 dan 19, muncul lembaga-lembaga untuk mengurus kesejahteraan anak-anak yang membutuhkan yang pada awalnya menyediakan pengajaran Agama ( injil ). c. Pendidikan Khusus Pada tahun 1989, baik di Jerman Timur maupun Jerman Barat kira-kira 4% siswa tercatat pada lembaga-lembaga yang khusus melayani anak-anak cacat. Disamping itu, jerman timur menjalankan sistem sekolah khusus (spezialschulen) bagi anak-anak yang punya bakat istemewa dalam bidang seni atau olah raga yang jumlahnya kira-kira 1% dari kelompok umur. d. Pendidikan Vokasional, Teknik dan Bisnis Wajib belajar tidak terbatas hanya pendidikan umum saja. Anak-anak yang tamat dengan ijazah pendidikan umum pada tingkat hauptschule dan realschule dan bahkan yang tidak dapat ijazah setelah belajar 9 tahun, harus masuk pendidikan yang secara resmi diakui sebagai persyaratan untuk mendapatkan pekerjaan dan program ini dapat diikuti secara paruh waktu atau purna waktu. C. PENDIDIKAN DI PERANCIS 1. Sejarah Pendidikan Di Perancis Sebelum tahun 1789, Perancis berada di bawah kekuasaan monarki yang dipimpin oleh seorang Raja. Pada waktu itu masyarakatnya terbagi menjadi tiga golongan yaitu, golongan bangsawan (yang mempunyai hak-hak istimewa), rohaniawan dan golongan menengah. Dari sini terjadi sebuah revolusi yang dipimpin oleh golongan menengah yang ditandai dengan pembatalan hak-hak istimewa kaum bangsawan, dan pernyataan hak azasi manusia. Setelah mengalami beberapa peralihan, pada tahun 1815 Perancis dikuasai oleh rezim otoriter yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte. Pada tahun 1802, Napoleon memproklamirkan dirinya menjadi kaisar Perancis, sehingga sistem pemerintahan yang sudah menjadi republik kembali menjadi sistem monarki. Kekaisaran ini runtuh pada tahun 1815 setelah kemenangan Inggris di Waterloo. Kaisar selanjutnya tetap meneruskan sistem monarki dan baru diproklamirkan kembali menjadi republik pada tahun 1848, karena itu periode setelah 1848 dinamakan Republik Perancis. Perancis memiliki sistem pendidikan yang sudah sangat melembaga dan selalu berupaya melakukan reformasi. Sejarah menceritakan kenapa Perancis sangat bersifat sentralistis dan birokratis dalam bentuk pemerintahan dan pendidikannya (sleeping giant) Perancis laksana telah membangun raksasa tidur “J. C. Eicher 1955”. a. Pembukaan sekolah menengah dan universitas bagi siswa-siswa baru, yang mayoritas berasal dari kelompok sosial yang dulunya tidak pernah dapat tempat. b. Adanya refornasi yang terus-menerus yang selama ini tidak bisa diterima oleh pihak-pihak penguasa. Sekolah Perancis awalnya didirikan oleh kaum agama (Ruhaniawan) sampai dengan adanya Revolusi Perancis pada tahun 1789 dan bisa dikatakan seluruh pendidikan ada ditangan gereja Roma Katholik atau setidaknya berhubungan dengan gereja tersebut. 2. Sistem Pendidikan Di Perancis a. Pendidikan Dasar Pendidikan Dasar memiliki beberapa jenjang pengajaran yaitu dimulai dari taman kanak-kanak yang diprakarsai Froebel di Jerman tetapi komune yang lebih besar menghadirkan Ecolles Maternelles untuk anak-anak berusia antara dua sampai enam tahun. Sekolah-sekolah ini lebih tepat dikatakan sebagai sekolah sukarela karena boleh diikuti dan boleh tidak tetapi orang tua memanfaatkan kehadiran sekolah-sekolah tersebut secara penuh bila memang ada. Di komune berpenduduk kurang dari 2.000 jiwa terkadang disediakan classe enfantine dengan lama pendidikan satu tahun. Pada usia 6 tahun, anak-anak dimasukkan pada sekolah dasar yang sesuai. Mereka bersekolah sampai masa wajib belajar berakhir atau pindah ke program pilihan. b. Pendidikan Menengah  Tingkat College (SMP) Pada tingkat ini siswa belajar selama 4 tahun dan pada tingkat akhir anak diberi kesempatan untuk memilih jurusan ke sekolah lanjutan atas / SMA. Pada tingkat ini peserta didik tidak dipungut biaya dan buku-buku pelajaran diberikan secara gratis.  Tingkat Lycee (SMA) Pada tingkat ini siswa belajar selama 3 tahun, yaitu kelas 1, 2 dan Terminal dengan tetap mempertahankan pendidikan fundamental yang relative homogeny pada semua jurusan. Sejak tahun pertama terdapat tiga jurusan yakni sastra, IPA serta Sains. Murid yang lulus akan mendapatkan ijazah Baccoloreat yang dapar digunakan untuk memasuki Universitas atau masuk kelas persiapan pada sekolah tinggi. c. Pendidikan Tinggi Untuk pendidikan tinggi perlu diketahui bahwa ada pembagian pendidikan tinggi di Perancis, yaitu antara sekolah tinggi (Grandes Ecoles) dan universitas. Sekolah tinggi dianggap lebih bergengsi dibandingkan universitas karena secara umum dipandang jauh lebih selektif dan termasuk sistem publik untuk menyelesaikan sebagian besar riset akademik di Perancis. D. PENDIDIKAN DI AMERIKA SERIKAT 1. Sejarah Pendidikan Di Amerika Serikat Bangsa Amerika terdiri dari bangsa-bangsa emigran dari berbagai kawasan dunia, terutama dari kawasan Eropa sebagai bagian dominannya. Imigrasi tua berasal dari Eropa Utara dan Barat seperti Inggris, Scotlandia, Prancis, Belanda, Jerman dan sebagainya yang kemudian diikuti oleh imigrasi yang muda berasal dari Eropa Selatan dan timur seperti Italia, Rusia, Polandia, Austria, Hongaria dan lain sebagainya. Setiap bangsa membawa kepercayaan, adat istiadat, bahasa dan segi-segi kebudayaannya masing-masing ke Amerika sehingga Amerika menjadi periuk peleburan bagi segala jenis kebudayaan asli dan pendatang dari benua hitam Afrika. Itulah yang membentuk kebudayaan Amerika sekarang. Karena bagian terbesar warga Amerika berasal dari kaum imigran Eropa, maka sudah tentu tradisi pendidikan yang berkembang di Amerika adalah tradisi pendidikan bangsa-bangsa Eropa yang berimigrasi tersebut. Di tempat orang-orang Jerman berimigrasi, sekolah-sekolahnya diawasi oleh orang-orang Gereja pada pertemuan-pertemuan Gereja. Di daerah New Netherland pengawasan dilakukan oleh petugas-petugas gereja dan dibeberapa tempat oleh kelompok orang tertentu. Pengawasan terhadap sekolah-sekolah yang dilakukan oleh pribadi-pribadi melalui pertemuan-pertemuan orang-orang dan petugas gereja yang terus dipertahankan oleh para imigran itu, menjadi sebab timbulnya tanggung jawab atas sekolah-sekolah pada akhirnya dipikul oleh masyarakat setempat. Kota-kota besar seperti New York, Washington DC, Chicago, Detroit dan Los Angeles merupakan tempat-tempat terkonsentrasinya para penganggur, orang miskin, orang yang tidak bisa berbahasa inggris dan minoritas diiringi oleh masalah ekonomi sosial. Masalah kependudukan lain ialah semakin kurangnya orang yang bergerak di bidang pertanian, kira-kira 50% penduduk bekerja sebagai juru tulis sampai pada tenaga-tenaga professor. Jumlah tenaga wanita pun meningkat sementara tingkat pengangguran relatif tinggi. Pada pemerintahan presiden Ronald Reagon dimulai pengurangan bantuan dana serta campur tangan pemerintah federal terhadap pendidikan dan menyerahkan tanggung jawab ke negara bagian. Selama ini Amerika Serikat telah berhasil menyediakan pendidikan gratis selama 12 tahun dan biaya pendidikan yang relatif murah pada tingkat pendidikan tinggi. 2. Struktur dan jenis pendidikan di Amerika Setiap negara bagian menyediakan pendidikan secara gratis selama 12 tahun mulai dari taman kanak-kanak sampai pada jenjang berikutnya. Dalam sistem pendidikan di Amerika Serikat terdapat beberapa pola pendidikan yaitu : a. Taman kanak-kanak + pendidikan dasar ”grade” 1-8 + 4 tahun SLTA. b. Taman kanak-kanak + sekolah dasar ”grade” 1-6 tahun + 3 tahun SLTP + 3 tahun SLTA. c. Taman kanak-kanak + sekolah dasar ”grade” 1-4/5 + 4 tahun SLTP + 4 tahun SLTA. d. Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat taman kanak-kanak + 12 tahun pada beberapa buah negara bagian dilanjutkan 2 tahun pada tingkat akademi (junior community college) sebagai bagian dari sistem pendidikan dasar dan menengah. Pada pola pertama seorang siswa menamatkan pendidikan pada umur 17- 18 tahun. Pendidikan khusus mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Disamping itu pendidikan non formal tidak hanya di sponsori oleh badan pemerintah tapi juga badan swasta, serikat buruh-buruh, badan-badan keagamaan serta oleh individu yang kadang kala menjadikannya usaha bisnis. Pada tingkat pendidikan tinggi, struktur dan jenis/ jenjang pendidikan pada dasarnya dikelompokkan dalam tiga bentuk baik pendidikan tinggi negeri maupun swasta yaitu : a. Pendidikan tinggi 2 tahun yang lazim disebut junior community atau technical college memberikan sertifikat dan kadang kala memberikan gelar Associate of Arts (AA). b. Pendidikan tinggi 4 tahun yang menyediakan pendidikan strata 1 (S-1) disamping pendidikan profesional (program diploma) level ini lazim disebut undergraduate tamatan program S-1 diberi gelar Bachelor of Arts (BA) atau Bachelor of Science (BS). c. Universitas yang biasanya terdiri dari berbagai fakultas yang menyediakan program-program diploma, S-1, pascasarjana S-2 (master) dan kebanyakan menyediakan program doktor S-3. para lulusan program s-2 diberi gelar Master of Arts (MA) atau Master of Science (MS). Lulusan program Doctor (S-3) diberi gelar Doctor of Philosphy (Ph.d) atau Doctor of Education (Ed.D) dalam bidang-bidang tertentu seperti kedokteran, hukum, teologi, bisnis. Pada level S-3 tersedia program-program spesialis. E. Pendidikan Di Australia 1. Sejarah Pendidikan Di Australia Australia memulai peradabannya sejak zaman es terakhir, berpenduduk asli Aborigin. Sejak bangsa Eropa mulai menjelajahi Australia sejak abad 16, dilanjut para navigator Portugis, diikuti penjelajah Belanda dan pengusaha bajak laut William Dampier, James Cook ditahun 1770, lalu mereka mengklaim benua ini untuk Inggris dan dinamai New South Wales. Di tahun 1779, Inggris memindahkan para nara pidana ke New South Wales. Dan sejak itulah banyak penduduk Aborigin tersingkir dari tanah airnya sendiri, apalagi ketika penemuan tambang ema di tahun 1850, yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengubah struktur sosial di koloni, lebih dari 300.000 orang Aborigin tersingkir jauh kepedalaman yang sering disebut dengan “The Bush”. Setelah perang dunia II, datanglah arus Imigrasi dari Eropa, yang memberikan sumbangsih menghidupkan budaya dan memperlua wawasan pandang Australia. Banyaknya permintaan yang tinggi terhadap bahan baku mentah, dan wajib militer terhadap para pemuda Australia di perang Korea dan Vietnam, oleh kerusuhan akibat wajib militer inilah pemerintahan Gough Whitlam menarik pasukan dari Vietnam dan menghapuskan biaya pendidikan, dan kesehatan serta membebaskan biaya bagi masyarakat Aborigin. Dan saat ini Australia makin maju dan menjadi sebuah negara industri yang demokratis, Australia adalah negara persemakmuran dan senantiaa mendapatkan manfaat dari dimensi multibudaya sebagai salh-satu negara yang paling beragam di dunia dengan memiliki kekayaan, gagasan, pikiran, citrarasa serta gaya hidup. Banyak orang Australia yang lahir di negara asing seperti Italia, Yunani, Selandia Baru, Inggris, China, Vietnam, Afrika dan Indonesia. 2. Sistem Pendidikan Di Australia a. Sekolah Dasar (Primary School) Dimulai dari usia 5 tahun masuk pendidikan Taman Kanak-kanak yang dilaksanakan secara penuh. Bagi anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun program prasekolah ini dilaksanakan tidak secara intensif/tidak secara penuh, dan sebagian besar diselenggarakan atas dasar sukarela dari badan-badan swasta. b. Sekolah Menengah (Secondary Or High School) Pendidikan menengah di Australia memerlukan waktu antara 5 sampai 6 tahun. Tahun pertama disebut Year 7 dan seterusnya sampai Year 11. Jenjang pendidikan menengah berahir pada Year 11. Untuk negara bagian yang menerapkan pendidikan dasarnya elama 7 tahun, maka pendidikan menengahnya memerlukan waktu selama 5 tahun saja. c. Pendidikan Tinggi (Universitas) Setelah tahun ke 11 siswa dapat memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang akan ditempuh. Jika siswa tersebut berminat ke bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat teoritis maka ia akan memasuki perguruan tinggi. Dan untuk dapat memasuki perguruan tinggi, seorang siswa Australia harus menempuh Year 12yang dikenal juga sebagai Matriculation Year. Dan didalam tahun terakhir dari pendidikan menengah ini para siswa akan digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian dengan nilai yang memuakan. Makin tinggi nilai yang diperoleh, makin muda pula siswa tersebut untuk memilih perguruan tinggi yang ia sukai. F. PENDIDIKAN DI CINA 1. Sejarah Awal Pendidikan Di Cina Dengan tradisi konfusius yang terselenggara dengan baik, kepala negara Paternal kaisar (dari pihak ayah), pada pelaksanaannya menjadi seorang guru agung dan seluruh rakyat adalah muridnya. Kaisar mengajar dengan teladan dan juga perintah. Murid-murid yang baik diberikan penghargaan berupa jabatan pemerintahan, sedangkan murid-murid yang tidak patuh dihukum dengan denda atau pengasingan. Di bawah pimpinan kaisar, semua orang yang ingin mendapat sebutan sebagai kaum terpelajar wajib memiliki pengetahuan beberapa seni kuno yang sudah ditentukan. Pada dasarnya, negara yang ideal adalah sekolah yang ideal. Perlu diingat kembali bahwa konfusius berhubungan dengan masa awal periode Chou dalam masa-masa yang paling jaya. Zaman keemasan ini dilukiskan oleh para pengikut ajaran konfusius dengan menuliskan kebudayaan periode Chou yang sudah maju dan tingginya kemakmuran ekonomi rakyat. Konon, pendidikan umum dan pendidikan tinggi sudah tersedia, dan walaupun ajaran konfusius yang menuntut tersedianya sebuah ruang kelas ditiap rumah dan sekolah menengah disetiap kota boleh jadi diabaikan, ada bukti yang memperlihatkan bahwa pendidikan pada awal periode ini sudah mencapai tingkat maju. Seorang penulis menjabarkan kurikulum pada masa periode Chou meliputi enam sifat kebajikan, enam tindakan terpuji, dan enam ilmu. Upaya-upaya dini untuk menetapkan kurikulum sistem pendidikan yang dikontrol secara nasional dilakukan pada periode Han (206 S.M.-222 M). Dapat disimpulkan bahwa pada abad kedua Sebelum Masehi, seorang anak laki-laki yang pandai sudah bisa menempuh jalur pendidikan yang bersambungan dari sekolah daerah sampai universitas. Dan setiap kaisar berikutnya mengeluarkan maklumat umum baru tentang pendidikan. Dalam masa dinasti T’ang (618-907 M), para penganut ajaran konfusius telah mendirikan beberapa sekolah ahli atau sekolah khusus kaligrafi, hukum, dan matematika. Seluruh pembahasan tentang pendidikan formal pada awal sejarah Cina hanya ditujukan untuk anak laki-laki. Pendidikan anak perempuan tidak banyak diperhatikan. Gadis-gadis keturunan bangsawan mungkin saja mendapat pengajaran tatakrama yang sesuai dengan harkatnya, sedangkat gadis-gadis biasa hanya diajari ilmu memasak dan membuat pakaian. Rupanya anak gadis tidak mungkin bisa menghabiskan banyak waktu guna mempelajari pelajaran formal seperti matematika atau membaca dan menulis. Peran perempuan dalam masyarakat menentukan minimnya pendidikan formal yang diterimanya. 2. Sistem Pendidikan Pada Periode Awal Pendidikan Cina (Kuno) Pada masa Dinasti Han sudah terdapat sebuah system pendidikan yang ketat. Para pengikut-pengikut konfusius yang berada di beberapa daerah distrik mendirikan sekolah-sekolah yang bersifat informal. Disebut sekolah informal dikarenakan proses belajar mengajar yang dilakukan tidak terikat oleh tempat atau waktu. Dengan menggunakan gambar yang tertera dalam pembelajaran dapat diketahui metode mengajar yang digunakan para guru dalam menyampaikan bahan materi pelajaran. Jadi dari gambar dan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa metode mengajar yang digunakan oleh guru pada saat itu ialah metode ekspositori (ceramah). Penyimpulan ini dikarenakan yang dilakukakan serupa dengan metode ekspositori, dimana guru lebih aktif disini dalam mentransfer ilmu kepada para murid. Setelah tahapan belajar mengajar, maka melangkah kepada tahapan evaluasi atau system ujian. System ujian yang berlaku pada masa Dinasti Han merupakan suatu hal yang unik dalam system pendidikan Cina. Pada masa itu sudah berkembang suatu system evaluasi yang sangat kompleks. Menurut Rochiati Wiriaatmadja, A. Wildan, dan Dadan Wildan (2003: 144 – 145) mengatakan bahwa ujian ini dibagi ke dalam tiga tahap atau jenjang. Tiga tahap ujian tersebut antara lain: a. Ujian tingkat pertama diadakan di beberapa ibukota prefektur (kabupaten). Calon pegawai yang dapat melewati ujian tahap pertama ini diberi gelar Hsui-Tsai, bila diartikan yaitu “bakat yang sedang berkembang”. b. Ujian tingkat dua yakni ujian tingkat provinsi untuk mencapai gelar Chu-Jen, yakni “orang yang berhak mendapatkan pangkat”. Orang-orang yang berhak mengikuti tahapan ujian ini yaitu orang-orang yang telah mendapatkan gelar Hsui-Tsai. Para peserta ujian tidak langusng mengikuti ujian, tetapi mereka diharuskan mengikuti latihan di akademi prefektur dalam rangka menghadapi persiapan ujian Chu Jen. Ujian provinsi ini diadakan tiga tahun sekali. Mereka yang dapat lulus dari ujian ini dengan nilai tertinggi akan mendapatkan tunjangan belajar. c. Ujian tahap tiga yang diadakan di ibukota kerajaan. Ujian ini diadakan setiap tiga tahun sekali, dilaksanakan setahun setelah ujian provinsi. Tahapan ujian bertujuan untuk mendapatkan gelar Chih Shih, yakni “Sarjana naik pangkat”. Ujian tersebut dilaksanakan di ruang dalam bangunan-bangunan yang sangat panjang dan lurus. Bangunan panjang tersebut terdiri dari kamar-kamar kecil yang disekat. Calon pegawai tersebut tinggal di dalam kamar selama sehari untuk ujian tahap pertama, tiga hari untuk ujian tahap kedua, dan lebih lama lagi untuk ujian tahapan ketiga. Output-output yang dikeluarkan dari system pendidikan ini disalurkan menjadi pegawai-pegawai pemerintahan dan mereka yang gagal dalam mengikuti ujian ini akan menjadi tenaga-tenaga pengajar di daerah asalnya. 3. Sistem Pendidikan Cina Di Masa Modern Setelah tahun 1995 dan 1997, anak-anak di China belajar lima dan lima setengah hari per minggu. Tahun akademik dibagi menjadi 2 semester, yang terdiri dari 9.5 bulan dimulai pada tanggal 1 September dan Maret. Dengan libur musim panas dan bulan Juli dan Agustus dan libur musim dingin pada bulan Januari dan Februari. Semua siswa sekolah dalam berbagai tingkatan tinggal dalam asrama-asrama. a) Pendidikan Dasar Anak-anak China memulai pendidikan formal pada usia 3 tahun dengan masuk pra sekolah yang berlangsung selam 3 tahun. Dilanjutkan masuk sekolah dasar pada usia 6 tahun. Sekolah Dasar berlangsung selama 6 tahun dengan mata pelajaran utama Bhasa China, Matematika, Sejarah, Geografi, Sains, dan sebagainya. Selain itu ada juga pendidikan moral dan politik dasar. Dukungan besar juga diberikan untuk pendidikan jasmani. b. Pendidikan Menengah Pendidikan menengah dibagi menjadi 2 bagian yaitu pendidikan menengah akademis dan pendidikan menengah kejuruan/khusus/teknik. Sekolah menengah akademis dibagi menjadi dua level, yaitu junior dan senior. Level junior dimulai pada usia 12 tahun dan berlangsung selama 3 tahun. Untuk masuk ke tingkat senior, mereka harus lulus tes yang akan menentukan apakah mereka dapat lanjut ke tingkat senior atau mengikuti kelas kejuruan. Level Senior dimulai pada usia 15 tahun berlangsung selama 2 atau 3 tahun. Di Sekolah Menengah Senior, murid-murid memilih untuk mengikuti kelas sains atau sosial. Lulusannya diarahkan untuk lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional. Olahraga dan politik juga dimasukkan ke dalam kurikulum. Sekolah kejuruan memiliki program antara 2 sampai 4 tahun dan memberikan pelatihan keahlian di bidang pertanian, manajerial, ketenagakerjaan dan teknik. Sekolah teknik menawarkan program 4 tahun untuk melatih siswanya. Sekolah jenis ini diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terlatih. c. Pendidikan Khusus China juga memiliki sistem pendidikan khusus untuk anak-anak dengan kemampuan khusus dan untuk anak-anak terbelakang. Anak-anak dengan kemampuan khusus akan diperbolehkan untuk melompat kelas. Anak-anak dengan kemampuan terbatas akan diarahkan untuk mencapai kemampuan standar minimum. d. Pendidikan Tinggi Apapun jenis pendidikan tingginya mereka harus lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional yang berlangsung pada bulan Juli dan diadakan pemisahan antara kelas sosial dan sains. Penempatan jurusan ditentukan oleh hasil tes. Siswa yang mengikuti ujian mendaftar untuk beberapa jurusan yang dipilih. Sistemnya serupa dengan UMPTN di Indonesia. Pendidikan tinggi menawarkan program akademik dan kejuruan. Sebenarnya ada banyak universitas dan college di China tetapi tingkatan dna kualitasnya sangat bervariasi. Beberapa yang terkenal misalnya Beijing University dan Shanghai’s University. Umumnya siswa harus menjalankan 4-5 tahun untuk mendapatkan gelar sarjana. Untuk masuk tingkat master dan doktoral, mereka juga harus lulus ujian. Selain universitas ada college yang menawarkan 2 atau 3 tahun dengan jenis pendidikan kejuruan yang setera dengan diploma dan dapat meningkatkan gelarnya menjadi sarjana. G. PENDIDIKAN DI JEPANG 1. Sejarah Pendidikan Di Jepang Pendidikan formal mulai diadopsi dari kebudayaan Cina pada abad ke-6. Pelajaran yang diajarkan pada waktu itu adalah agama Buddha, Konfusianisme, Ilmu pengetahuan, Kaligrafi, Sastra. Selama pemerintahan Kamakura sering terjadi huru-hara sehingga masa ini merupakan masa kosongnya kebudayaan dan pendidikan. Kebudayaan yang didirikan oleh rakyat biasa mulai tumbuh. Sekolah-sekolah di Kyoto mengalami kehancuran, sedangkan di daerah Kanto berdiri sebuah perpustakaan dan sekolah bernama Ashikaga yang ditompang oleh kekuatan-kekuatan prajurit. Pada masa ini agama Buddha masih dikembangkan sehingga muncul Sekte-sekte agama Buddha dan banyak pendidikan yang diselenggarakan di kuil. Sekolah Kristen mulai didirikan pada abad ke-16 oleh Fransiskus Xaverius seorang misionaris dari Portugal. Dia membawa hasil-hasil peradaban Eropa pada zaman itu diantaranya alat musik. Di dalam sekolah Kristen ini orang Jepang diperkenalkan pada ilmu perbintangan, Ilmu bumi, dan Kedokteran Eropa. Selain itu, para misionaris dari Portugis banyak yang mendirikan sekolah-sekolah pada pemuda Jepang diantaranya sekolah SD di Kyushu, SMP di Kyushu dan Nagoya, sekolah yang mengajarkan Matematika dan Ilmu di Kyoto. Mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah tersebut diantaranya bahasa latin, bahasa Portugis, Musik barat, Melukis, Memahat, dan sebagainya. Selain mata pelajaran tersebut ada juga pelajaran bahasa dan sejarah Jepang untuk menarik minat para pemuda-pemuda Jepang. Tetapi, sekolah-sekolah ini lenyap pada abad ke-17 disebabkan oleh penindasan besar-besaran kepada agama Nasrani oleh Shogun Tokugawa. Pada jaman Edo yaitu kira-kira pertengahan abad ke-18, pemerintahan memperluas perlindungan terhadap sekolah swasta yang didirikan oleh Hayashi Razan. Lembaga ini menjadi sebuah lembaga yang diawasi langsung oleh pemerintah Shogun dan diberi nama Shoheizaka Yakumonzo. Sepanjang waktu berjalan sekolah-sekolah swasta diberi perlindungan sampai perkembangan menjadi kira-kira 200 buah. Pada masa ini berkembang sekolah-sekolah yang didirikan di kuil-kuil yang disebut dengan terakoya. Pada zaman Meiji, sistem pendidikan sekolah modern jepang berkembang amat pesat. Sekolah-sekolah yang sudah ada diperluas dan jumlah Terakoya juga bertambah. Lembaga-lembaga pendidikan swasta kecil menjadi banyak diantaranya Universitas Keio di Tokyo yang masih bertahan sampai sekarang. Universitas Jepang modern yang pertama didirikan oleh pemerintah pada tahun 1887 adalah Todai ( singkatan dari Tokyo Daigaku atau Universitas Tokyo) mengikuti pola system sekolah Prancis. 2. Sistem Pendidikan Di Jepang Pendidikan Jepang mengalami perubahan besar bersamaan dengan revormasi pendidikan stelah perang dunia II diantaranya system pendidikan, isi mata pelajaran yang berbeda sama sekali pada waktu sebelum perang dunia II. System pendidikan di Jepang tidak berbeda dengan system pendidikan di Indonesia yaitu SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, dan Perguruan Tinggi 4 tahun. Pada umumnya di Jepang sekolah berdiri dari 3 (tiga) semester dimana semester 1 mulai pada bulan April – Juli, semester 2 mulai pada bulan September – Desember dan semester 3 pada bulan Januari - Maret. a. Pendidikan Prasekolah Pendidikan prasekolah dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu Kelompok Bermain (KB) atau Play Group (PG) dan Taman Kanak-Kanak (TK). 1. Play Group (PG) adalah merupakan fasilitas yang disediakan bagi para orang tua yang bekerja sehingga tidak dapat mengasuh anaknya di siang hari. Pendaftaran murid baru dimulai setiap awal Januari. Permohoman untuk masuk ke PG ini dilakukan di kantor pemerintahan setempat karena terbatasnya jumlah tempat untuk masuk ke kelompok bermain ini. 2. TK di Jepang menerima murid berusia 3 sampai 5 tahun untuk lama pendidikan 1 sampai 3 tahun. Anak berusia 3 tahun diterima dan mengikuti pendidikan selama 3 tahun, sedangkan anak berusia 4 tahun mengikuti pendidikan selama 2 tahun dan bagi pendaftar berusia 5 tahun hanya menempuh pendidikan prasekolah selama 1 tahun. Lebih dari 50% TK di Jepang dikelola oleh swasta, sisanya oleh pemerintah kota dan hanya sebagian kecil yang merupakan TK Negeri. Meski demikian, semua TK adalah pendidikan prasekolah di bawah naungan Departemen Ilmu Pengetahuan Pendidikan dan Kebudayaan yang dikelola berdasarkan hukum pendidikan. b. Sekolah Dasar Sekolah dasar atau shogakko merupakan sekolah dasar yang diperuntukkan pada masyarakat jepang yang selama masa perang dunia bernama kokumin gakko (sekolah Rakyat). Kemudian beralih nama menjadi shogakko sejak pemerintahan Meijin pada tahun 1947 dalam reformasi pendidikan setelah perang. Lama sekolah di SD Jepang sama dengan SD di Indonesia, yaitu 6 tahun. Dalam satu sekolah dasar terdapat sekitar 30 hingga 40 orang siswa. Di Jepang, setiap anak yang sudah menginjak usia SD sudah ditentukan dimana dia harus bersekolah berdasarkan alamat tempat tinggalnya disuatu distrik. Dengan kata lain, setiap orang tua tidak boleh menyekolahkan anaknya ke distrik yang lain kecuali untuk sekolah swasta. c. Sekolah Menengah Sebelum tahun 1947, sistem pendidikan untuk Sekolah Menengah dan Atas di Jepang berkisar selama 5 (lima) tahun untuk Sekolah Menengah dan 2 (dua) tahun untuk Sekolah Atas, tetapi setelah perang tepatnya tahun 1947 berubah menjadi masing-masing 3 tahun. Seperti halnya SD, anak usia SMP pun harus masuk sekolah yang telah disediakan di daerahnya. Hal ini terkait karena untuk SD ataupun SMP negeri di Jepang gratis dan tanpa tes. Siapapun, anak-anak wajib masuk ke Sekolah sampai jenjang SMP (wajib belajar 9 tahun). Selain SMP negeri ada juga SMP swasta yang biasanya iuran sekolahnya sangat mahal dan harus mengikuti tesnya yang lumayan berat. Mata pelajaran SMP di Jepang dari Bahasa Inggris (eigo), IPS (shakai), IPA (rika), Bahasa Jepang (kokugo), Olahraga (tai iku), Musik (Onggaku), Matematika (Shugaku), Kesenian dan Keterampilan, mulai dari menjahit, memasak, membuat rak buku, dan sebagainya. Di tingkat SMP dan SMA, terdapat 2 kali ujian, yaitu Ujian Tengah Semester (chuukan tesuto) dan Ujian Akhir Semester (kimatshu tesuto). d. Sekolah Menengah Atas Siswa SMA di Jepang tidak mengikuti Ujian Kelulusan secara nasional, tetapi mengikuti ujian yang diadakan oleh prefektur tempat di mana sekolah itu berada. Hal tersebut dikarenakan angka Drop Out siswa SMA meningkat di tahun 1990-an sehingga kelulusan hanya berdasarkan dari ujian harian saja. e. Perguruan Tinggi Kebanyakan orang bilang bahwa Universitas di Jepang sulit masuknya, tetapi mudah lulusnya. Hal ini disebabkan karena tingkat persaingan untuk masuk ke Universitas yang diharapkan, biasanya merupakan Universitas ternama yang sangat sulit. Masyarakat Jepang dikenal dengan sebutan gakurekishakai di mana masyarakatnya memiliki pola pikir apabila masuk ke sekolah-sekolah terbaik maka masa depan mereka cerah karena akan dapat bekerja di perusahaan yang bagus. Inilah yang menyebabkan setiap orang Jepang mengharapkan dan menginginkan masuk ke sekolah ternama. Ada tiga jenis pendidikan pada Perguruan Tinggi Jepang :  Universitas Pada universitas terdapat pendidikan untuk menempuh gelar sarjana S1 bergelar Bachelor’s Degree ditempuh selama 4 tahun (untuk mahasiswa kedokteran dan dokter gigi menempuh pendidikan selama 6 tahun) dan Pascasarjana S2 Master’s Degree ditempuh selama 2 tahun dan S3 Doctor’s Degree ditempuh selama 5 tahun.  Junior College Membutuhkan waktu sekitar tiga hingga 4 tahun masa pendidikan bagi para lulusan SMA. Junior College cukup memenuhi setengah dari kredit yang harus ditempuh Bachelor’s Degree. Calon-calon mahasiswa Universitas dan Junior College dipilih berdasarkan hasil ujian serta prestasi calon-calon mahasiswa ketika berada di SMA. Untuk universitas negri calon-calon mahasiswa dipilih berdasarkan dua tahap penyeleksian yaitu tes gabungan kecakapan dan ujian masuk universitas sebagai tahap akhir penyeleksian.  Technical College Dapat diambil bagi calon mahasiswa yang tamat pendidikan SMP. Technical College menghasilkan lulusan-lulusan tenaga teknisi. H. PENDIDIKAN DI INDIA 1. Sejarah Pendidikan Di India Rakyat India terbagi menjadi 4 Kasta, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra. Pada masa India kuno penyelenggara pendidikan adalah Kasta Brahmana. Karena kasta Brahmana terdiri dari kaum pendeta. Kasta ksatria terdiri dari kaum bangsawan, prajurit, mereka menerima pengajaran dalam membaca, menulis, berhitung dan ilmu siasat perang. Kasta Waisya terdiri dari para tukang, pedagang, peladang dan sebagainya. Kasta waisya mendapat pengajaran dalam bidang pertanian. Kasta paling rendah yaitu kasta sudra dianggap sebagai manusia yang hina, hanya dapat melakukan pekerjaan budak dan tidak berhak mendapatkan pendidikan. Ciri – ciri pendidikan pada masa itu adalah: 1. Pendidikan agama diutamakan. Dasar pendidikannya adalah kitab suci orang India yaitu veda. 2. Kasta Brahmana yang menjadi penyelenggara pendidikan. 3. Mempunyai tujuan pendidikan yaitu untuk mencapai kebahagiaan serta kesempurnaan mistik dengan ilmu pengetahuan sebagai alatnya. 4. Pendidikan untuk kaum perempuan tidak diperhatikan kecuali untuk calon – calon penari kuil. Penyelenggara pendidikan pada masa itu biasa dilakukan oleh Kasta Brahmana. Veda merupakan sumber pengetahuan pada masa pendidikan tersebut dan menjadi sumber pengetahuan yang pertama dipelajari oleh para calon pendeta dan kaum lainnya selain kasta sudra. Pada masa itu pelaksanaan pendidikan diawali dengan pemberian munya (kalung suci), yaitu seutas tali yang digantungkan dari bahu kiri ke pinggang kanan. Kegunaan munya tersebut yaitu sebagai tanda penerimaan dalam lingkungan keagamaan. Dalam pemberian munya tersebut dikenal dengan istilah upacara upayana (udayana). Pemberian kalung suci ini diberikan pada anak Brahmana saat berumur 8 tahun, sedangkan pada anak ksatria berumur 11 tahun, dan bagi anak waisya saat mereka berusia 12 tahun. Pola sistem pendidikan pada masa India kuno ini murid – murid tinggal dirumah bersama gurunya selama proses pelaksanaan pendidikan, disana murid – murid hidup sederhana dan bekerja keras membantu keluarga gurunya. Sistem pendidikan seperti ini disebut sistem guru-kula atau pendidikan asrama. Di sana guru dan pasangannya dianggap sebagai orang tua murid yang tinggal disana. Sistem guru kula ini berlangsung sampai pada masa India modern. Pada masa India modern mereka juga memperoleh sistem pendidikan yang lain (klasikal) karena Idia modern sudah memperoleh pengaruh dari Rabindranath Tagore. Ia adalah seorang tokoh pendidikan di India yang terkenal. Selain Tagore tokoh lain yang besar pengaruhnya terhadap pendidikan agama islam di India adalah Sayyid Ahmad Khan. 2. Sistem Pendidikan Di India Komisi pendidikan India telah menetapkan kebijakan sistem pendidikan 10-2-3 tahun usia sekolah. Tingkat awal, 10 tahun sebagai pendidikan dasar dan terbagi dalam tiga jenjang yaitu primary (5 tahun), upper primary (3 tahun), dan secondary (2 tahun). Jenjang berikutnya ditempuh selama 2 tahun sebagai persiapan memasuki pendidikan tinggi. Untuk pendidikan kejuruan, jurusan teknik dan bisnis sudah mulai sejak secondary school. Struktur pendidikan sekolah yang seragam tersebut yakni sistem 10-2-3 tahun, telah diadopsi oleh seluruh negara bagian dan teritori India (Union Territory,UT). Meskipun begitu, di lingkungan pemerintah dan teritori India masih dijumpai sejumlah kelas yang menyelenggarakan pendidikan dasar (primary), menengah (upper primary) dan atas (high and higher secondary school) yang membolehkan kelas I mengikuti ujian umum, pengajaran bahasa inggris dan hindi, beberapa hari kerja dalam setahun, sesi akademik, masa liburan, struktur biaya, pendidikan wajib dan lain sebagainya. Bila dijabarkan dalam tingkat usia sekolah akan tampak sebagai berikut : 1. Tingkat dasar (primary stage) yang meliputi kelas I sampai V yakni 5 tahun masa belajar. Ini dilaksanakan di 20 negara bagian dan teritoria india. 2. pendidikan tingkat menengah (middle stage) meliputi kelas VI sampai VIII diselenggarakan di 18 negara bagian dan teritoria india. 3. pendidikan menengah atas (secondary stage) meliputi kelas IX sampai X. Kelas ini diselenggarakan di 19 negara bagian dan teritoria india Pendidikan kejuruan, baik jurusan teknik maupun bisnis merupakan pola pendidikan ghandi, yaitu pembentukan ”manusia berkepribadian yang utuh, kreatif dan produktif”. Pada tahun 1960 kemajuan minat siswa pada pendidikan kejuruan sangat kecil. Hingga tahun 1992 siswa yang mengikuti pendidikan dalam bidang ini hanya 6%. Akan tetapi pada tahun 1995 terjadi lonjakan signifikan, yaitu sebesar 25% dari keseluruhan siswa yang mengikuti pendidikan tinggi mengambil pendidikan kejuruan ini. Pendidikan nonformal dilaksanakan dengan dibentuknya lembaga pendidikan yang bersifat terbuka bagi semua siswa, tidak terikat dengan proses pembelajaran secara langsung dan beban biaya yang tinggi. I. PENDIDIKAN DI MESIR, YAMAN DAN SURIAH 1. Sejarah Pendidikan Di Mesir Secara historis, modernisasi pendidikan di Mesir berawal dari pengenalan kemasjuan ilmu pengetahuan dan teknologi Napoleon Bonaparte pada saat penaklukan Mesir. Kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapai Napoleon Bonaparte yang berkebangsaan Pramcis, memberikan inspirasi yang kuat bagi para pembaharu Mesir untuk melakukan modernisasi pendidikan di Mesir yang dianggapnya stagnan. Di antara tokoh-tokoh tersebut Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Ali Pasha. Dua yang terakhir secara historis, kiprahnya paling menonjol jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang lain. Berawal dari datangnya Napoleon Bonapairte di Alexandrea, Napoleon Bonaparte menjadikan Mesir hanya sebagai batu loncatan saja untuk menguasai India yang pada waktu itu dibawah pengaruh kekuasaan kolonial Inggris. Tidak hanya itu, ia pun mendirikan lembaga riset bernama Institut d’Egypte, yang terdiri dari empat departemen yaitu: ilmu alam, ilmu pasti, ekonomi dan politik, serta ilmu sastra dan kesenian. Lembaga ini bertugas memberikan masukan bagi Napoleon dalam memerintah Mesir. Lembaga ini terbuka untuk umum terutama ilmuan(ulama’) islam. 2. Sistem pendidikan di Mesir a. Pendidikan Dasar Pendidikan di Mesir wajib dilakukan selama 9 tahun akademki antara usia 6 tahun dan 14 tahun, selain itu semua tingkat pendidikan bebas dalam menjalankan pemerintahan sekolah. b. Pendidikan Menengah Pendidikan menengah terdiri 3 lintasan: umum, kejuruan atau teknis, dan dual system. Tahap sekunder umum mancakup 3 tahun pendidikan, sedangkan menengah kejuruan lagu bisa selama 3-5 tahun dan 3 tahun untuk sistem ganda. Masukan pendidikan kejuruan tingkat menengah, para siswa lulus ujian nasional yang diberikan pada akhir tahap sekunder. c. Pendidikan Tinggi Sistem pendidikan tinggi Mesir memiliki sistem yang sangat luas. Sekitar 30 % dari semua orang Mesir dalam kelompok usia yang relevan. Departemen pendidikan tinggi mengawasi tingkat pendidikan tersier. 3. Sejarah Pendidikan Di Yaman Permasalahan pendidikan di Yaman adalah sitem pendidikan yang lemah, dispersi populasi, pendanaan publik tidak memadai, kurangnya kapasitas kelembagaan yang diperlukan untuk efisien memberikan pelayanan pendidikan dasar , dan kebutuhan anak-anak untuk bekerja mendukung ekonomi keluarga merekaadalah faktor utama yang mencegah anak-anak dari menghadiri sekolah. Upaya pemerintah untuk pendidikan dimulaipada 1962 ketika Republik Arab Yaman didirikan. Selama tahun 1970an Yaman melihat perluasan pendidikan dasar, namun ada perbedaan tertentu antara daerah bagian Utara dan Selatan, dan pada tahun 1990 kedua perbedaan itu mampu disatukan dan pada akhirnya dua perbedaan sistem tersebut digabung menjadi satu sistem, 9-3 ( 9 tahun pendidikan dasar, 3 tahun pendidikan menengah ) diadaptasi. Seiring dengan itu, pendaftaran disertivikasi ke dalam ilmu pengetahuan dan sastra trek di kelas 11 dan 12. 4. Sistem pendidikan di Yaman a. Pendidika Dasar di Yaman pendidikan dasar terdiri dari 9 tahun wajib belajar dasar bagi anak-anak usia 6-14 tahun. Pemerintah telah mengembanhkan strategi pembangunan nasional pendidikan dasar pada tahun 2003 yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada 95% dari anak-anak Yaman yang berusia 6-14 tahun dan juga untuk mengurangi kesenjangan antara pria dan wanita baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. b. Pendidikan Menengah Setelah 9 tahun menempuh pendidikan ddasar, siswa menerima sertifikat Sekolah Menengah dan menghadiri sekolah sekolah menengah selama 3 tahun. Dan untuk mempersiapkan siswa masuk ke sebuah Universitas , sekolah menengah juga mempersiapkan sebuah sekolah menengah teknik, pusat-pusat pelatihan kejuruan, sekolah pelatihan hewan, tenaga kesehatan, dan sekolah pertanian, bahkan ada juga sekolah Islam. Di sekolah menengah siswa mengambil kurikulum umum selama tahun pertama pelajaran, setelah itu para siswa diberikan pilihan baik jalur ilmiah maupun sastra. Dan pada akhir tahun ketiga, siswa mengambil ujian, dan General Certificate Secondary Education diberikan kepada siswa yang telah lulus ujian. 5. Sejarah Pendidikan Di Suriah Sejak taahun 1967 semua sekolah di Suriah, akademi, dan universitas telah berada di bawah pengawasan pemerintah. Departemen pendidikan terutama departemen pendidikan tinggi bertanggung jawab untuk semua aspek administrasi dan pengembangan kurikulum. Pada pertengahan 1980an, kebijakan pendidikan Suriah mencerminkan niat resmi partai Baath untuk menggunakan sekolah dan mendoktrin massa dengan ideologi dan membuat pelatihan sekolah responsif terhadap kebutuhan tenaga kerja bangsa. Dan pada awal tahun 1980an Suriah telah mencapai pendaftaran sekolah dasar penuh laki-laki dari usia ynag relevan, sedangkan untuk perempuan sekitar 85%. Pendaftaran di sekolah menengah turun menjadi 67% untuk anak laki-laki, dan 35% untuk anak perempuan , yang mencerminkan suatu tingkat drop-out yang sangat tinggi. 6. Sistem Pendidikan Di Suriah Dengan pertumbuhan populasi, Suriah memiliki sistem dasar yang baik. Sejak tahun 2000 pemerintah Suriah telah meningkat secara signifikan pengeluaran untuk pendidikan 1 sampai 6. Dan pada tahun 2002 pendidikan dasar dan primer digabungkan menjadi satu tahap pendidikan dasar dan pendidikan dibuat wajib dan bebas dari kelas 1 sampai 9. Bahasa Arab adalah bahasa pengantar di Suriah. Bahasa Inggris diajarkan dari kelas 1 dalam tahap belajar dasar sebagai bahasa kedua primer, dan Peraancis yang diajarkan di kelas 7-12. Adapun sistem sekolah di Suriah dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu : a. Pendidikan Dasar yang dimulai dari kelas 1-6. b. Pendidikan menengah yang dimulai dari kelas 7-9. c. Pendidikan menengah atas yang dimulai dari kelas 10-12. J. PENDIDIKAN DI MALAYSIA DAN SINGAPURA 1. Sejarah Pendidikan Di Malaysia Sejarah awal pendidikan di Malaysia berawal dari pendidikan yang berbentuk bukan pendidikan formal yang dibawah oleh para pedagang Arab dan juga India yang beragama Islam. Dimana pendidikan pada saat itu berbentuk institusi pendidikan ( sekolah pondok ) sekolah ini dibangun dan dimajukan secara gotong royong dikalangan masyarakat setempat. Sekolah pondok pada saat itu paling banyak dijumpai di daerah Trengganu, Kelantan dan Kedah. Sekolah pondok juga merebak di Semenanjung Tanah Melayu termasuk juga Singapura. Sehingga sebelum abad ke 20 masih belum ada sistem dan organisasi pendidikan yang berbentuk formal. Pendidikan di masa penjajahan Inggris adalah sebuah warisan budaya pendidikan pada zaman pemerintahan Inggris. Pada masa ini terbentuk lima jenis prasekolah, antara lain : Sekolah Vernukular Melayu, Sekolah Vernukular Cina, Sekolah Vernukular India, Sekolah Vernukular Inggris, dan Sekolah Agama ( Madrasah ). Pendidikan sebelum merdeka ( waktu pemerintahan Jepun ) pendidikan Tamil dan Melayu diteruskan dengan ditambah bahasa Jepun. Penumbuhan sekolah Nippon-Go untuk menggantikan Sekolah Vernukular Cina dan Sekolah Vernukular Inggris. Dimana pengajaran lebih ditekankan pada lagu-lagu klasik Jepun serta kebudayaan Jepun. Setelah selesai perang dunia kedua, Inggris kembali ke Tanah Melayu sehingga pada waktu itu orang-orang melayu yang sudah mempunyai keinginan untuk memperbaiki sistem serta memajukan pendidikan mulai terabaikan. Kemudian atas desakan dan kesadaran orang Melayu untuk memperluaskan peluang pendidikan terutama untuk kanak-kanak kaum Melayu mendesak pihak kerajaan Inggris untuk memperbaiki kedaan pendidikan di sekolah-sekolah Melayu. Maka pada tahun 1950, L.J.Barnes telah ditugaskan untuk memperbaiki keadaan pendidikan orang Melayu dan mulai merubah seluruh sistem pendidikan yang ada di Melayu. 2. Sistem Pendidikan Di Malaysia Pendidikan di Malaysia dipantau oleh kementrian pendidikan pemerintah persekutuan.sebagian besar anak-anak Malaysia mulai bersekolah pada usia 3 sampai 6 tahun, ditaman kanak-kanak sebagian besar dijalankan oleh pihak Swasta, tetapi ada sedikit juga taman kanak-kanak yang dijalankan oleh pihak pemerintah. Pendidikan Malaysia terdiri dari beberapa peringkat, antara lain: a. Prasekolah Merupakan pilihan bagi anak-anak sebelum memasuki Sekolah. Dimana kementrian pendidikan Malaysia menyediakan pendidikan Prasekolah bagi anak-anak yang berusia 4 hingga 6 tahun. b. Pendidikan Rendah Pendidikan Rendah bermula dari tahun 1 hingga 6, yakni kanak-kanak berusia 7 sampai 12 tahun. Bahasa Melayu dan Inggris adalah mata pelajaran yang wajib dipelajari dalam sistem pendidikan di Malaysia. Sekolah Rendah ini terbagi menjadi dua kelompok yakni Sekolah Kebangsaan dan Sekolah jenis Kebangsaan, dimana kurikulum keduanya adalah sama dan berbeda dalam bahasa pengantar yang digunakan. Dalam hal ini Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa pengantar di Sekolah Kebangsaan, dan Bahasa Tamil atau Mandarin di gunakan di Sekolah Jenis Kebangsaan. Dan pada akhir tahun pelajaran akan diadakan sebuah ujian untuk menilai prestasi murid-murid yang dinamakan UPSR ( Ujian Penilaian Sekolah Rendah ). c. Pendidikan Menengah Pendidikan ini terbagi menjadi dua bagian yaitu Pendidikan Menengah Rendah dan Pendidikan Menengah Atas. Pendidikan ini dicapai pada usia antara 13 sampai 18 atau 19 tahun. Karena sekolah menengah ini pada akhirnya akan menjurus ke sebuah Universitas maka pelajaran yang diajarkan juga lebih berat dari Sekolah Pendidikan Rendah. d. Perguruan Tinggi Dalam hal ini bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris atau bahasa Melayu. Pada saat pendaftaran akan di tes bahasa Inggris, seandainya hasil tes nilainya kurang maka pendaftar akan dimasukkan pada kelas bahasa lebih dulu selama maksimum dua tahun. Dan hampir semua kampus di Malaysia menyediakan Asrama/ college / mahalla untuk semua jenjang pendidikan, dengan fasilitas tempat tidur, lemari, meja belajar, serta fasilitas dasar lainnya. 3. Sejarah Pendidikan Di Singapura Republik Singapura telah mencatat sejarah penghijrahan yang lama sekali, yang menyumbang kepada hampir 5 juta penduduk dari Cina, Melayu, India, dan orang asia lainnya. Hampir 42% penduduk Singapura adalah orang asing yang bekerja atau belajar di negara tersebut. 50% pekerjaan perkhidmatan diisi oleh pekerja asing. Singapura merupakan negara paling padat penduduk kedua di dunia. Sebelum merdeka pada tahun 1965, Singapura sudah menjadi pelabuhan yang bersemangat dengan KDNK/kapita sebanyak $511, yaitu ketiga tertinggi di Asia Timur pada saat itu. Selepas merdeka, pelabuhan langsung asing dan dorongan kerajaan ke arah pengindustrian berasaskan rancangan bekas timbalan Perdana Menteri Dr. Goh Keng Swee membentuk sebuah ekonomi yang baru. 4. Sistem Pendidikan Di Singapura Anak-anak di Singapura masuk pendidikan formal mulai dari tingkat TK dilanjut SD selama 6 tahun. Setelah itu masuk SMP-SMA selam 5 tahun, kemudian ke tingkat persiapan menuju kuliah selama 3 tahun baru lanjut ke Universitas. Adapun jenjang pendidikan di Singapura antara lain : a. Pendidikan Prasekolah, dimulai dari anak berusia 3 sampai 6 tahun. b. Pendidikan Dasar, di jalankan selama 6 tahun yang terdiri dari 4 tahun tahap dasar pertama yaitu Sekolah Dasar kelas 1 sampai 4, dan tahap orientasi tahun kedua yaitu Sekolah Dasar kelas 5 sampai 6, pada akhir kelas 6 siswa mengikuti Ujian Kelulusan Sekolah Dasar. c. Pendidikan Menengah, dilaksanakan selama 4 atau 5 tahun dan melalui program spesial, cepat ataupun normal. Program spesial dan cepat mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCEO ( Singapore-Cambridge General Certificate of Education Ordinary ) pada tingkat empat. d. Pendidikan Praperguruan Tinggi Setelah menyelesaikan ujian tingkat GCEO, para siswa diperbolehkan mendaftar untuk mengikuti program akademi selama 2 tahun, masa pelajaran pra Universitas atau Institut Terpadu selama 3 tahun masa pelajaran pada pra Universitas, yang keduanya merupakan dasar untuk masuk ke Universitas. e. Pendidikan Tinggi Pendidikan Universitas di Singapura memiliki misi untuk mempersiapkan para siswa tidak untuk dunia kerja saat ini, tapi untuk mempersiapkan mereka pada saat masuk ke dunia kerja setelah mereka lulus nanti. Singapura memiliki 3 Universitas lokal, Nanyang Technological University ( NTU ), Nasional University of Singapore ( NUS ), dan Singapore Management University ( SMU ) yang semua menawarkan program sarjana yang diakui oleh dunia internasional. K. PENDIDIKAN DI THAILAND DAN FILIPINA 1. Sejarah Thailand Asal mula Kerajaan Thai secara tradisional dikaitkan dengan sebuah kerajaan yang berumur pendek, Kerajaan Sukhothai yang didirikan pada tahun 1238. Kerajaan ini kemudian diteruskan Kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad ke-14 dan berukuran lebih besar dibandingkan Sukhothai. Kebudayaan Kerajaan Thai dipengaruhi dengan kuat oleh Tiongkok dan India. Hubungan dengan beberapa negara besar Eropa dimulai pada abad ke-16 namun meskipun mengalami tekanan yang kuat, Kerajaan Thai tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa, meski pengaruh Barat, termasuk ancaman kekerasan, mengakibatkan berbagai perubahan pada abad ke-19 dan diberikannya banyak kelonggaran bagi pedagang-pedagang Britania. Sebuah revolusi tak berdarah pada tahun 1932 menyebabkan dimulainya monarki konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti nama internasionalnya menjadi "Thailand" pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, setelah pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya pasca-Perang Dunia II. Pada perang tersebut, Kerajaan Thai bersekutu dengan Jepang; tetapi saat Perang Dunia II berakhir, Kerajaan Thai menjadi sekutu Amerika Serikat. Beberapa kudeta terjadi dalam tahun-tahun setelah berakhirnya perang, namun Kerajaan Thai mulai bergerak ke arah demokrasi sejak tahun 1980-an. 2. Sistem Pendidikan di Thailand Sistem pendidikan di Thailand memiliki kesamaan dengan sistem pendidikan di Indonesia dan terdapat juga perbedaannya. Sistem pendidikan di Thailand terbagi menjadi 3, yaitu: pendidikan formal, pendidikan non-formal dan pendidikan informal. Untuk sistem pendidikan formal terdiri dari pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. sedangkan sistem pendidikan non-formal terdiri dari: program sertifikat kejuruan, program short course sekolah kejuruan dan interest group program. Wajib belajar di Thailand adalah wajib belajar 9 tahun, dengan rincian grade sebagai berikut : a. Pendidikan Play Group dan TK usia 3-6 tahun. b. Pendidikan Sekolah Dasar (selama 6 tahun), grade 1-6. c. Pendidikan Sekolah Menengah (selama 3 tahun), grade 7-9. d. Pendidikan Sekolah Menengah atas (selama 3 tahun), grade 10-12. 3. Sejarah Filipina Peninggalan tertulis Filipina dimulai sekitar abad ke-8 berdasarkan temuan lempeng tembaga di dekat Manila. Dari tulisan pada lempeng itu diketahui bahwa Filipina berada dalam pengaruh Sriwijaya. Namun demikian, bukti tertulis ini sangat sedikit sehingga bahkan ahli-ahli sejarah Filipina masih beranggapan sejarah Filipina dimulai pada era kolonialisme. Sebelum orang-orang Spanyol datang pada abad ke-16, di Filipina berdiri kerajaan-kerajaan kecil yang bercorak animisme yang terpengaruh sedikit kultur India dan yang bercorak Islam di bagian selatan kepulauan. Kerajaan-kerajaan muslim ini mendapat pengaruh kuat dari Kerajaan Malaka. Sepanjang masa 265 tahun, Filipina merupakan koloni Kerajaan Spanyol (1565-1821) dan selama 77 tahun berikutnya diangkat menjadi provinsi Spanyol (1821-1898). Negara ini mendapat nama Filipina setelah diperintah oleh penguasa Spanyol, Raja Felipe II. Setelah Perang Spanyol-Amerika pada tahun 1898, Filipina diperintah Amerika Serikat. Ia kemudian menjadi sebuah persemakmuran di bawah Amerika Serikat sejak tahun 1935. Periode Persemakmuran dipotong Perang Dunia II saat Filipina berada di bawah pendudukan Jepang. Filipina akhirnya memperoleh kemerdekaannya (de facto) pada 4 Juli 1946. Masa-masa penjajahan asing ini sangat memengaruhi kebudayaan dan masyarakat Filipina. Negara ini dikenal mempunyai Gereja Katolik Roma yang kuat dan merupakan salah satu dari dua negara yang didominasi umat Katolik di Asia selain Timor Leste. Filipina seringkali dianggap sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara di mana pengaruh budaya Barat terasa sangat kuat. Filipina adalah negara paling maju di Asia setelah Perang Dunia II, namun sejak saat itu telah tertinggal di belakang negara-negara lain akibat pertumbuhan ekonomi yang lemah, penyitaan kekayaan yang dilakukan pemerintah, korupsi yang luas, dan pengaruh-pengaruh neo-kolonial. Saat ini Filipina mengalami pertumbuhan ekonomi yang moderat, yang banyak disumbangkan dari pengiriman uang oleh pekerja-pekerja Filipina di luar negeri dan sektor teknologi informasi yang sedang tumbuh pesat. Masalah-masalah besar negara ini termasuk gerakan separatis muslim di sebelah selatan Mindanao, pemberontak-pemberontak dari Tentara Rakyat Baru (New People's Army) yang beraliran komunis di wilayah-wilayah pedesaan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang sering tidak konsisten, tingkat kejahatan yang makin meningkat, dan kerusakan lingkungan seperti penebangan hutan dan polusi laut. Filipina juga mengalami masalah banyaknya penduduk di daerah-daerah perkotaan akibat kurangnya lapangan pekerjaan di wilayah pedesaan dan tingkat kelahiran yang tinggi. 4. Sistem Pendidikan di Filipina a. Pra-Pendidikan Dasar Pra-pendidikan dasar disediakan untuk anak berusia 3-5 tahun. Program yang ditawarkan beragam seperti Nursery (Pendidikan Anak Usia Dini) untuk anak usia 3-4 tahun, kindergarten (TK) untuk usia 4-5 tahun, dan Sekolah Persiapan SD untuk usia 5-6 tahun. b. Pendidikan Dasar Sekolah Dasar, terdiri dari 6 tingkat, beberapa sekolah menambahkan tingkat tambahan (tingkat ke-7). Tingkat-tingkat ini dikelompokkan menjadi dua subdivisi utama, Tingkat Primer (dasar) meliputi 3 tingkat pertama, dan Tingkat Intermediet (lanjutan) terdiri dari 3 atau 4 tingkat. Penyelenggaraan enam tahun pendidikan dasar ini wajib dan disediakan gratis di sekolah-sekolah umum. c. Pendidikan Menengah Pendidikan sekolah menengah di Filipina terdiri dari empat tahun dan disediakan secara gratis di sekolah-sekolah umum, ditujukan kepada siswa-siswa berusia 12-16. Pendidikan Menengah bersifat terkotak, yaitu setiap tingkat berfokus kepada tema atau isi tertentu, sehingga sering disebut sebagai sekolah tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, siswa dapat memilih untuk mengambil Pelatihan Kejuruan 2 atau 3 tahun atau melanjutkan ke Perguruan Tinggi (Universitas). d. Pendidikan Teknik dan Kejuruan Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TESDA), adalah suatu badan yang mengawasi pendidikan pasca-sekolah menengah pendidikan teknis dan kejuruan, termasuk orientasi keterampilan, pelatihan dan pengembangan pemuda luar sekolah dan masyarakat pengangguran dewasa. e. Pendidikan Tinggi Pendidikan Tinggi dikelola oleh Komisi Pendidikan Tinggi (CHED) adalah lembaga independen setingkat departemen yang berasal dan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan (DepEd). Tugasnya adalah mengkoordinasikan program-program lembaga-lembaga pendidikan tinggi dan menerapkan kebijakan dan standar. Pendidikan Tinggi di Filipina diklasifikasikan menjadi universitas dan perguruan tinggi negeri (SUC) dan universitas dan perguruan tinggi lokal (LCU). SUCs (State Universities and Colleges) adalah lembaga-lembaga pendidikan tinggi publik yang disewa, ditetapkan oleh hukum, dikelola, dan disubsidi secara finansial oleh pemerintah. LUCs (Local Universities and Colleges) merupakan lembaga-lembaga perguruan tinggi yang didirikan dan didukung secara finansial oleh pemerintah daerah. L. PENDIDIKAN DI INDONESIA 1. Sejarah Pendidikan Di Indonesia a. Zaman Pengaruh Hindu dan Budha Pengaruh pendidikan pada zaman Hinduisme and Budhisme datang ke Indonesia sekitar abad ke-5.Hinduisme dan Budhisme merupakan dua agama yang berbeda, namun di Indonesia keduanya memiliki kecenderungan sinkretisme, yaitu keyakinan mempersatukan figur Siva dengan Budha sebagai satu sumber Yang Maha Tinggi. Motto pada lambang Negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu yaitu Sang Maha Tunggal yaitu Tuhan , secara etimologis berasal dari keyakinan tersebut. Pada zaman ini pendidikan memiliki tujuan yang sama yaitu pendidikan diarahkan dalam rangka penyebaran dan pembinaan kehidupan keberagamaan Hindu dan Budha. b. Zaman Pengaruh Islam (Tradisional) Agama Islam mulai masuk ke Indonesia pada akhir abad ke-13 dan mencakup sebagian besar Nusantara pada abad ke-16. Perkembangan pendidikan agama Islam di Indonesia sejalan dengan perkembangan penyebaran Islam di Nusantara, baik sebagai agama maupun sebagai arus kebudayaan. Pendidikan agama Islam pada zaman ini disebut Pendidikan Islam Tradisional. Tujuan dari pendidikan agama Islam adalah sama dengan tujuan hidup Islam, yaitu mengabdi sepenuhnya kepada Allah SWT sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad S.A.W. Untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pendidikan agama Islam Tradisional ini tidak diselenggarakan secara terpusat, namun banyak diupayakan secara perorangan melalui para ulamanya di suatu wilayah tertentu dan terkoordinasi oleh para wali di Jawa, terutama Wali Sanga.Sedangkan di luar Jawa, Pendidikan Islam yang dilakukan oleh perseorangan yang menonjol adalah di daerah Minangkabau. c. Zaman Pengaruh Nasrani (Khatolik dan Kristen) Bangsa Portugis pada abad ke-16 bercita-cita menguasai perdagangan dan perniagaan Timur-Barat dengan cara menemukan jalan laut menuju dunia Timur serta menguasai bandar-bandar dan daerah-daerah strategis yang menjadi mata rantai perdagaan dan perniagaan. Di samping mencari kejayaan (glorious) dan kekayaan (gold), bangsa Portugis datang ke Timur (termasuk Indonesia) bermaksud pula menyebarkan agama yang mereka anut, yakni Katholik (gospel). Pada akhirnya pedagang Portugis menetap di bagian timur Indonesia tempat rempah-rempah itu dihasilkan.Namun kekuasaan Portugis melemah akibat peperangan dengan raja-raja di Indonesia dan akhirnya dilenyapkan oleh Belanda pada tahun 1605. Dalam setiap operasi perdagangan, mereka menyertakan para paderi misionaris Paderi yang terkenal di Maluku, sebagai salah satu pijakan Portugis dalam menjalankan misinya, adalah Franciscus Xaverius dari orde Jesuit. Orde ini didirikan oleh Ignatius Loyola (1491-1556) dan memiliki tujuan yaitu segala sesuatu untuk keagungan yang lebih besar dari Tuhan. Yang dicapai dengan tiga cara: memberi khotbah, memberi pelajaran, dan pengakuan. Orde ini juga mempunyai organisasi pendidikan yang seragam: sama di mana pun dan bebas untuk semua. Xaverius memandang pendidikan sebagai alat yang ampuh untuk penyebaran agama. Sedangkan pengaruh Kristen berasal dari orang-orang Belanda yang datang pertama kali tahun1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dengan tujuan untuk mencari rempah-rempah. Untuk menghindari persaingan di antara mereka, pemerintah Belanda mendirikan suatu kongsi dagang yang disebut VOC (vreenigds Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Dagang Hindia Belanda tahun 1602. Sikap VOC terhadap pendidikan adalah membiarkan terselenggaranya Pendidikan Tradisional di Nusantara, mendukung diselenggarakannya sekolah-sekolah yang bertujuan menyebarkan agama Kristen. Kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh VOC terutama dipusatkan di bagian timur Indonesia di mana Katholik telah berakar dan di Batavia (Jakarta), pusat administrasi colonial. Tujuannya untuk melenyapkan agama Katholik dengan menyebarkan agama Kristen Protestan, Calvinisme. d. Zaman Kolonial Belanda Pada zaman VOC pada perkembangannya diperkuat dan dipersenjatai dan dijadikan benteng oleh Belanda yang akhirnya menjadi landasan untuk menguasai daerah di sekitarnya. Lambat laun kantor dagang itu beralih dari pusat komersial menjadi basis politik dan territorial. Setelah pecah perang kolonial di berbagai daerah di tanakh air, akhirnya Indonesia jatuh seluruhnya di bawah pemerintahan Belanda. Pada tahun 1816 VOC ambruk dan pemerintahan dikendalikan oleh para Komisaris Jendral dari Inggris. Mereka harus memulai system pendidikandari dasar kembali, karena pendidikan pada zaman VOC berakhir dengan kegagalan total. Ide-ide liberal aliran Ufklarung atau Enlightement, yang mana mengatakan bahwa pendidikan adalah alat untuk mencapai kemajuan ekonomi dan social, banyak mempengaruhi mereka. Oleh karena itu, kurikulum sekolah mengalami perubahan radikal dengan masuknya ide-ide liberal tersebut yang bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual, nilai-nilai rasional dan sosial. Pada awalnya kurikulum ini hanya diterapkan untuk anak-anak Belanda selama setengah abad ke-19. Setelah tahun 1848 dikeluarkan peraturan pemerintah yang menunjukkan bahwa pemerintah lambat laun menerima tanggung jawab yang lebih besar atas pendidikan anak-anak Indonesia sebagai hasil perdebatan di parlemen Belanda dan mencerminkan sikap liberal yang lebih menguntungkan rakyat Indonesia. Pada tahun 1899 terbit sebuah atrikel oleh Van Deventer berjudul Hutang Kehormatan dalam majalah De Gids. Ia menganjurkan agar pemerintahnnya lebih memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia. Ekspresi ini kemudian dikenal dengan Politik Etis dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui irigasi, transmigrasi, reformasi, pendewasaan, perwakilan yang mana semua ini memerlukan peranan penting pendidikan. Di samping itu, Van Deventer juga mengembangkan pengajaran bahasa Belanda. Menurutnya, mereka yang menguasai Belanda secara kultural lebih maju dan dapat menjadi pelopor bagi yang lainnya. Sejak dijalankannya Politik Etis ini tampak kemajuan yang lebih pesat dalam bidang pendidikan selama beberapa dekade. Pendidikan yang berorientasi Barat ini meskipun masih bersifat terbatas untuk beberapa golongan saja, antara lain anak-anak Indonesia yanorang tuanya adalah pegawai pemerintah Belanda, telah menimbulkan elite intelektual baru.Golongan baru inilah yang kemudian berjuang merintis kemerdekaan melalui pendidikan.Perjuangan yang masih bersifat kedaerahan berubah menjadi perjuangan bangsa sejak berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 dan semakin meningkat dengan lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928. Setelah itu tokoh-tokoh pendidik lainnya adalah Mohammad Syafei dengan Indonesisch Nederlandse School-nya, Ki Hajar Dewantara dengan Taman Siswa-nya, dan Kyai Haji Ahmad Dahlan dengan Pendidikan Muhammadiyah-nya yang semuanya mendidik anak-anak agar bisa mandiri dengan jiwa merdeka. e. Zaman Kolonial Jepang Perjuangan bangsa Indonesia dalam masa penjajahan Kolonial Jepang tetap berlanjut sampai cita-cita untuk merdeka tercapai. Walaupun bangsa Jepang menguras habis-habisan kekayaan alam Indonesia, bangsa Indonesia tidak pantang menyerah dan terus mengobarkan semangat 45 di hati mereka.Meskipun demikian, ada beberapa segi positif dari penjajahan Jepang di Indonesia. Di bidang pendidikan, Jepang telah menghapus dualisme pendidikan dari penjajah Belanda dan menggantikannya dengan pendidikan yang sama bagi semua orang. Selain itu, pemakaian bahasa Indonesia secara luas diinstruksikan oleh Jepang untuk di pakai di lembaga-lembaga pendidikan, di kantor-kantor, dan dalam pergaulan sehari-hari. Hal ini mempermudah bangsa Indonesia untuk merealisasi Indonesia merdeka. Pada tanggal 17 Agustus 1945 cita-cita bangsa Indonesia menjadi kenyataan ketika kemerdekaan Indonesia diproklamasikan kepada dunia. f. Zaman Kemerdekaan (Awal) Setelah bangsa Indonesia merdeka, perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti sampai di sini karena gangguan-gangguan dari para penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia dating silih berganti sehingga bidang pendidikan pada saai itu bukanlah prioritas utama karena konsentrasi bangsa Indonesia adalah bagaimana mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih dengan perjuangan yang amat berat. Tujuan pendidikan belum dirumuskan dalam suatu undang-undang yang mengatur pendidikan. Sistem persekolahan di Indonesia yang telah dipersatukan oleh penjajah Jepang terus disempurnakan. Namun dalam pelaksanaannya belum tercapai sesuai dengan yang diharapka bahkan banyak pendidikan di daerah-daerah tidak dapat dilaksanakan karena faktor keamanan para pelajarnya. Di samping itu, banyak pelajar yang ikut serta berjuang mempertahankan kemerdekaan sehingga tidak dapat bersekolah. g. Zaman ’Orde Lama’ Setelah gangguan-gangguan itu mereda, pembangunan untuk mengisi kemerdekaan mulai digerakkan.Pembangunan dilaksanakan serentak di berbagai bidang, baik spiritual maupun material. Setelah diadakan konsolidasi yang intensif, system pendidikan Indonesia terdiri atas: Pendidikan Rendah, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi. Dan pendidikan harus membimbing para siswanya agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab.Sesuai dengan dasar keadilan sosial, sekolah harus terbuka untuk tiap-tiap penduduk negara. Di samping itu, Pendidikan Nasional zaman ‘Orde Lama’ adalah pendidikan yang dapat membangun bangsa agar mandiri sehingga dapat menyelesaikan revolusinya baik di dalam maupun di luar; pendidikan yang secara spiritual membina bangsa yang ber-Pancasila dan melaksanakan UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Kepribadian Indonesia, dan merealisasikan ketiga kerangka tujuan Revolusi Indonesia sesuai dengan Manipol yaitu membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia berwilayah dari Sabang sampai Merauke, menyelenggarakan masyarakat Sosialis Indonesia yang adil dan makmur, lahir-batin, melenyapkan kolonialisme, mengusahakan dunia baru, tanpa penjajahan, penindasan dan penghisapan, ke arah perdamaian, persahabatan nasional yang sejati dan abadi. h. Zaman Orde Baru Zaman Orde Baru dimulai setelah penumpasan G-30S pada tahun 1965 dan ditandai oleh upaya melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Haluan penyelenggaraan pendidikan dikoreksi dari penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh Orde Lama yaitu dengan menetapkan pendidikan agama menjadi mata pelajaran dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi. Menurut Orde Baru, pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam sekolah dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumahtangga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan pada masa memungkinkan adanya penghayatan dan pengamalam Pancasila secara meluas di masyarakat, tidak hanya di dalam sekolah sebagai mata pelajaran di setiap jenjang pendidikan. Di samping itu, dikembangkan kebijakan link and match di bidang pendidikan. Konsep keterkaitan dan kepadanan ini dijadikan strategi operasional dalam meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar. Inovasi-inovasi pendidikan juga dilakukan untuk mencapai sasaran pendidikan yang diinginkan. Sistem pendidikannya adalah sentralisasi dengan berpusat pada pemerintah pusat. i. Zaman Reformasi Selama zaman Orde Baru berlangsung, rezim yang berkuasa sangat leluasa melakukan hal-hal yang mereka inginkan tanpa ada yang berani melakukan pertentangan dan perlawanan, rezim ini juga memiliki motor politik yang sangat kuat yaitu partai Golkar yang merupakan partai terbesar saat itu. Hampir tidak ada kebebasan bagi masyarakat untuk melakukan sesuatu, termasuk kebebasan untuk berbicara dan menyaampaikan pendapatnya. Begitu Orde Baru jatuh pada tahun 1998 masyarakat merasa bebas bagaikan burung yang baru lepas dari sangkarnya yang telah membelenggunya selama bertahun-tahun. Masa Reformasi ini pada awalnya lebih banyak bersifat mengejar kebebasan tanpa program yang jelas.Sementara itu, ekonomi Indonesia semakin terpuruk, pengangguran bertambah banyak, demikian juga halnya dengan penduduk miskin. Korupsi semakin hebat dan semakin sulit diberantas. Namun demikian, dalam bidang pendidikan ada perubahan-perubahan dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan yang baru dan mengubah system pendidikan sentralisasi menjadi desentralisasi, di samping itu kesejahteraan tenaga kependidikan perlahan-lahan meningkat. Hal ini memicu peningkatan kualitas profesional mereka. Instrumen-instrumen untuk mewujudkan desentralisasi pendidikan juga diupayakan, misalnya MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), Life Skills (Lima Ketrampilan Hidup), dan TQM (Total Quality Management). 2. Sistem dan Pola-pola Pendidikan di Indonesia Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur.Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Kemdiknas), dahulu bernama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Depdikbud). Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi. a. Jalur pendidikan Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya.Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja. Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. b. Jenjang pendidikan Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. c. Jenis pendidikan Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah kejuruan ini memiliki berbagai macam spesialisasi keahlian tertentu. Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu. Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1). Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama. Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB). d. Tingkat Prasekolah Dari kelahiran sampai usia 3 tahun, kanak-kanak Indonesia pada umumnya tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal. Dari usia 3 sampai 4 atau 5 tahun, mereka memasuki taman kanak-kanak. Pendidikan ini tidak wajib bagi warga negara Indonesia, tujuan pokoknya adalah untuk mempersiapkan anak didik memasuki sekolah dasar. Periode taman kanak-kanak biasanya dibagi ke dalam "Kelas A" (atau Nol Kecil) dan "Kelas B" (atau Nol Besar), masing-masing untuk periode satu tahun. Sekolah dasar Kanak-kanak berusia 6–11 tahun memasuki sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI).Tingkatan pendidikan ini adalah wajib bagi seluruh warga negara Indonesia berdasarkan konstitusi nasional. Tidak seperti taman kanak-kanak yang sebagian besar di antaranya diselenggarakan pihak swasta, justru sebagian besar sekolah dasar diselenggarakan oleh sekolah-sekolah umum yang disediakan oleh negara (disebut "sekolah dasar negeri" atau "madrasah ibtidaiyah negeri"). Sama halnya dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Australia, para siswa harus belajar selama enam tahun untuk menyelesaikan tahapan ini. Beberapa sekolah memberikan program pembelajaran yang dipercepat, di mana para siswa yang berkinerja bagus dapat menuntaskan sekolah dasar selama lima tahun saja. Sekolah menengah pertamaSekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) adalah bagian dari pendidikan dasar di Indonesia. Setelah tamat dari SD/MI, para siswa dapat memilih untuk memasuki SMP atau MTs selama tiga tahun pada kisaran usia 12-14. Setelah tiga tahun dan tamat, para siswa dapat meneruskan pendidikan mereka ke sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), atau madrasah aliyah (MA). Di Indonesia, pada tingkatan ini terdapat tiga jenis sekolah, yaitu sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah (MA). Siswa SMA dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, sedangkan siswa SMK dipersiapkan untuk dapat langsung memasuki dunia kerja tanpa melanjutkan ke tahapan pendidikan selanjutnya sedangkan Madrasah aliyah pada dasarnya sama dengan sekolah menengah atas, tetapi porsi kurikulum keagamaannya (dalam hal ini Islam) lebih besar dibandingkan dengan sekolah menengah atas. Pendidikan tinggiSetelah tamat dari sekolah menengah atas atau madrasah aliyah, para siswa dapat memasuki perguruan tinggi. Pendidikan tinggi di Indonesia dibagi ke dalam dua kategori: yakni negeri dan swasta. Kedua-duanya dipandu oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Terdapat beberapa jenis lembaga pendidikan tinggi; misalnya universitas, sekolah tinggi, institut, akademi, dan politeknik. Ada beberapa tingkatan gelar yang dapat diraih di pendidikan tinggi, yaitu Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), dan Strata 3 (S3).
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

- See more at: http://blog-triks.blogspot.com/2011/05/pasang-emoticon-di-kotak-komentar-versi.html#sthash.VCvcG6HH.dpuf